BPKPD Surabaya Mudahkan Wajib Pajak dengan e - SPTPD

B adan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya mengenalkan cara baru dalam penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD).

Di hadapan 850 wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir, BPKPD Kota Surabaya melakukan sosialisasi sistem penyampaian SPTPD elektronik (e-SPTPD) di Graha Sawunggaling, lantai VI kantor Pemerintah Kota Surabaya.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari. Pada hari Selasa, 9 Agustus 2016, diikuti wajib pajak hotel dan parkir dan hari Rabu, 10 Agustus 2016 diikuti wajib pajak restoran dan hiburan.

Kepala BPKPD Kota Surabaya, Yusron Sumartono mengatakan, e-SPTPD merupakan cara baru dalam penyampaian laporan omzet penjualan melalui fasilitas sistem pelaporan elektronik yang akan memudahkan wajib pajak dalam melaporkan pajak dengan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat.

“Ini layanan kami terhadap wajib pajak. Kami mempermudah administrasi penyampaian laporan wajib pajak ke BPKPD secara elektronik,” jelas Yusron.

Menurut Yusron, salah satu tujuan inovasi e-SPTPD ini adalah untuk mencegah kebocoran pajak. Selama ini, penyampaikan pajak dilakukan secara manual, masih memungkinkan ada wajib pajak terlambat menyampaikan pajak karena alasan tertentu.

“Dengan sistem online, ini akan kelihatan dan bisa terkontrol mana wajib pajak yang belum menyampaikan SPTPD, sehingga bisa segera disampaikan,” sambung Yusron.

Untuk teknisnya, Yusron menjelaskan, penyampaian SPTPD secara daring (online) tersebut bisa dibuka di website BPKPD. Nantinya, BPKPD akan memberikan user password-nya kepada setiap wajib pajak.

“Jadi, setiap wajib pajak akan melaporkan SPTPD bulanan nya melalui website,” imbuh Yusron.

Alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara ini menargetkan, pada awal 2017 mendatang, untuk penyampaian SPTPD, seluruhnya sudah akan menggunakan online. Artinya, tidak akan ada lagi cara manual.

Dia optimistis, sosialisasi selama dua hari ini akan membuat wajib pajak bisa “melek SPTPD online”. Meski, cepat tidaknya setiap wajib pajak dalam menguasai penyampaian SPTPD cara online berbeda-beda.

“Awal 2017, kami akan tutup yang manual. Jadi, wajib pajak tidak bisa lagi melaporan manual, harus secara online. Beberapa bulan ke depan ini tahap pembelajaran bagi wajib pajak untuk membiasakan pakai elektronik,” papar Yusron.